Kuliah 16 Februari 2017
MPBA Pascasarjana UIN Malang
Ada kebenaran ilmiah dan kebenaran non ilmiah. Suatu pengetahuan dapat dikatakan ilmiah apabila sudah diuji melalui metode ilmiah.
Rabu, 15 Februari 2017
Minggu, 12 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Pro Kontra Tentang Pengemis
Tentang penegemis, beberapa kali saya mendapati mereka yang sedang nenghitung pendapatan hasil mengemis sekitar pukul 16.00 WIB. Di samping klinik kampus kami tepatnya mereka teliti menghitung. Dan terlihat jelas bahwa banyak sekali lembaran yg mereka dapatkan tiap harinya. Bahkan ada yang suami istri sama2 ngemis dan menghitung bersama pendapatannya.
Ini miris menurut saya. Pendapatan pengemis bahkan jauh lebih besar dari para pedagang kakilima.
Saat berjalan kaki ada pengemis, beri atau tidak? Jawaban saya, apabila masih terlihat kuat, tidak usah. Mending infaq ke masjid atau kotak amal yatim dhuafa.
Ini miris menurut saya. Pendapatan pengemis bahkan jauh lebih besar dari para pedagang kakilima.
Saat berjalan kaki ada pengemis, beri atau tidak? Jawaban saya, apabila masih terlihat kuat, tidak usah. Mending infaq ke masjid atau kotak amal yatim dhuafa.
Jumat, 10 Februari 2017
Heran dengan UIN Malang
Kamu tau apa yang buatku heran dari kampus tempatku belajar ini?
Memegang mushaf dan membaca al Quran dimana tempat bukan hal yang tabu.
Saking banyaknya, penghafal al Quran menjadi hal yang biasa.
Pagi :)
Memegang mushaf dan membaca al Quran dimana tempat bukan hal yang tabu.
Saking banyaknya, penghafal al Quran menjadi hal yang biasa.
Pagi :)
Minggu, 05 Februari 2017
Tanya Jawab dengan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo
Tanya jawab pada kuliah umum perdana oleh Prof. Dr. Imam Suprayogo.
1. Tanya: Ketika sistem ekonomi syariah hanya sebagai alat untuk menjangkau konsumen saja, bagaimana pendapat prof tentang ini?
Jawab: ekonomi Konvensional berangkat dr paradigma kebutuhan tidak terbatas tapi fasilitas terbatas, maka manusia diajarkan untuk berebut.
Sedang ekonomi syariah memiliki paradigma sebaliknya. Maka manusia tidak perlu berebut atas rahmat Allah.
Sesungguhnya yg tidak terbatas bukan kebutuhan, tapi keinginan dan hawa nafsu. sifat rakus manusia harus dihilangkan.
Maka perbaiki paradigma awal, syariah bukan hanya untuk ditempel saja.
Persoalan manusia adalah hati kotor.
2. Tanya: tentang siapa yang menyembah, siapa yang disembah, dan apa yang dipersembahkan?
Jawab: budaya apa adanya, tidak ada usaha. Solat tidak apa adanya, ada usaha untuk khusyuk.
Solat bukan hanya olahraga, tapi olah rasa. Manusia sdh byk yg kehilangan rasa.
3. Tanya: Kalau prof menjelaskan kpd kami bahwa solat menjadi kunci sukses muslim, lalu bagaimana prof mejelaskan kunci sukses di depan para non muslim?
Jawab: tidak pernah merasa rendah, karena hakikatnya manusia sama.
1. Tanya: Ketika sistem ekonomi syariah hanya sebagai alat untuk menjangkau konsumen saja, bagaimana pendapat prof tentang ini?
Jawab: ekonomi Konvensional berangkat dr paradigma kebutuhan tidak terbatas tapi fasilitas terbatas, maka manusia diajarkan untuk berebut.
Sedang ekonomi syariah memiliki paradigma sebaliknya. Maka manusia tidak perlu berebut atas rahmat Allah.
Sesungguhnya yg tidak terbatas bukan kebutuhan, tapi keinginan dan hawa nafsu. sifat rakus manusia harus dihilangkan.
Maka perbaiki paradigma awal, syariah bukan hanya untuk ditempel saja.
Persoalan manusia adalah hati kotor.
2. Tanya: tentang siapa yang menyembah, siapa yang disembah, dan apa yang dipersembahkan?
Jawab: budaya apa adanya, tidak ada usaha. Solat tidak apa adanya, ada usaha untuk khusyuk.
Solat bukan hanya olahraga, tapi olah rasa. Manusia sdh byk yg kehilangan rasa.
3. Tanya: Kalau prof menjelaskan kpd kami bahwa solat menjadi kunci sukses muslim, lalu bagaimana prof mejelaskan kunci sukses di depan para non muslim?
Jawab: tidak pernah merasa rendah, karena hakikatnya manusia sama.
Tantangan pengembangan SDM di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN
Oleh: Prof. Dr. H. Imam Suprayogo
Ospek magister/doktoral UIN MALANG
Senin, 06 Februari 2017
Tantangan masyarakat ASEAN saat ini bukan negeri maju manapun. Tantangan sesungguhnya adalah diri sendiri. Bagaimana diri menjadi diri yang bertaraf internasional.
Gerakan perbaikan diri, sesungguhnya yang sangat dibutuhkan saat ini.
Sebagaimana yang dipahami, Ulul Albab sebagai jimat UIN Malang. PR bersama adalah mampu mengulul albabkan diri.
Bahwa yang dapat memperbaiki karakter muslim adalah dari solatnya. Maka perbaiki kualitas solat diri.
Sebagaimana yang dipahami, Ulul Albab sebagai jimat UIN Malang. PR bersama adalah mampu mengulul albabkan diri.
Bahwa yang dapat memperbaiki karakter muslim adalah dari solatnya. Maka perbaiki kualitas solat diri.
Sabtu, 04 Februari 2017
Kenangan
Punya kenangan indah sangatlah menakutkan, menakutkan jika semua tinggal kenangan.
Pagi :)
Afini Hidayah
Pagi :)
Afini Hidayah
Langganan:
Postingan (Atom)