Banyak yang berhati mulia. Mereka pasti para malaikat yang menjelma menjadi manusia.
Bahkan untuk mengungkit kebaikannya saja tak pantas rasanya lisan menyebutnya.
Dikala aku sakit dan dirawat tanpa orang tua. Merekalah pengganti.
Ternyata bukan sekadar teman, mereka keluarga.
Aku bahkan tak pernah membayangkan sebanyak itu kebaikan yang mereka punya.
Akalku bahkan tak sampai memikirkan untuk bagaimana membalasnya.
Tuhan mencintai kalian sahabat..
Dialah yang akan membalasnya..
Terimakasih untuk tetap menjadi baik dan semakin berarti.
Terimakasih untuk cinta persahabatan yang kalian ajarkan.
Terimakasih untuk tetap baik diatas keburukan dan kealfaanku selama ini.
Aizzah, Farika, Maziyah, Isty, Elyn, Nana, Diah, Rifa, Iim, Eva, Ika, Upik, Maftuh, Fauziyah, Merti, Kiki, Naning, Ivan, Fatih, Zaki, Zakir dan semua malaikatku yang tidak bisa kusebut satu-persatu.
Terimakasih..
Daqu klinik memori.
Jumat, 01 April 2016
Selasa, 22 Maret 2016
Begitu Sulitkah?
Begitu sulitkah hidup apa adanya, yang tiada tak usah diada-adakan?
Sepertinya hal seperti itu lebih membuatmu nyaman dan bahagia.
Sepertinya hal seperti itu lebih membuatmu nyaman dan bahagia.
Bahkan Tetap Bertahan Juga Bagian dari Proses
Bahkan tetap bertahan dan saling menyemangati disaat yang lain tumbang juga bagian dari proses.
Tidak untuk menikmati proses, karenanya memang tidak nikmat.
Tapi resapi tiap kepahitannya, betapa ia akan dikenang sambil tertawa ketika semua berubah menjadi manis.
Rupanya manis juga tidak kekal.
Masih banyak kepahitan-kepahitan untuk menemukan kemanisan lain.
Ingat pula tak perlu terlalu nyaman dengan yang manis-manis, karena ia juga mewarisi penyakit.
Fn. Maret 2016
Tidak untuk menikmati proses, karenanya memang tidak nikmat.
Tapi resapi tiap kepahitannya, betapa ia akan dikenang sambil tertawa ketika semua berubah menjadi manis.
Rupanya manis juga tidak kekal.
Masih banyak kepahitan-kepahitan untuk menemukan kemanisan lain.
Ingat pula tak perlu terlalu nyaman dengan yang manis-manis, karena ia juga mewarisi penyakit.
Fn. Maret 2016
Senin, 21 Maret 2016
Untuk Satu Nama Aku Meminta
Dalam doa ada nama yang disebutkan
Dalam doa ada nama yang dimohonkan
Dalam doa ada bayang yang enggan hilang
Dalam doa ada harapan untuk denganmu disandingkan.
Aku mohon mintalah aku pada Tuhanmu.
Akupun hanya dengan Dia tempatku memintamu.
Ada getir kekhawatiran
Ada kemelut ketakutan
Jika tidak bisa bersamamu.
Namun pada siapa lagi aku berdoa?
Untuk satu nama aku meminta.
Dalam doa ada nama yang dimohonkan
Dalam doa ada bayang yang enggan hilang
Dalam doa ada harapan untuk denganmu disandingkan.
Aku mohon mintalah aku pada Tuhanmu.
Akupun hanya dengan Dia tempatku memintamu.
Ada getir kekhawatiran
Ada kemelut ketakutan
Jika tidak bisa bersamamu.
Namun pada siapa lagi aku berdoa?
Untuk satu nama aku meminta.
Begitu Berat Berucap Toleransi Antar Golongan
Kenapa ringan sekali orang mengatakan toleransi antar agama, namun begitu berat berucap toleransi antar golongan?
Coba sekali lagi pikirkan,
Kaki melangkah 'berdakwah' ke tempat ibadah agama lain, namun tak ada nyali untuk duduk satu majelis saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing dalam beribadah.
Istilah 'ngopi' kenapa tidak dilakukan bersama?
Dengan begitu kita dapat menuang secercah cahaya bagi saudara-saudara kita yang mungkin sedikit keliru dengan yang dipahaminya.
Tapi memang semua itu tidak mudah.
Pikirankan sekali lagi untuk bisa berlapang dada.
Mungkin pola pikir diri ini yang terlalu kekanak-kanakan, atau keangkuhan kita yang masih sulit dihilangkan.
Coba sekali lagi pikirkan,
Kaki melangkah 'berdakwah' ke tempat ibadah agama lain, namun tak ada nyali untuk duduk satu majelis saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing dalam beribadah.
Istilah 'ngopi' kenapa tidak dilakukan bersama?
Dengan begitu kita dapat menuang secercah cahaya bagi saudara-saudara kita yang mungkin sedikit keliru dengan yang dipahaminya.
Tapi memang semua itu tidak mudah.
Pikirankan sekali lagi untuk bisa berlapang dada.
Mungkin pola pikir diri ini yang terlalu kekanak-kanakan, atau keangkuhan kita yang masih sulit dihilangkan.
Minggu, 20 Maret 2016
Kenapa Tidak Hidup di Bulan saja?
Bukan tidak mau jujur, hanya tidak mau dikasihani.
Bukan enggan terbuka, hanya dengan diam aku berharap dengan sendirinya lupa.
Bukan tak mau cerita, hanya pola pikir kita berbeda.
Mungkin dengan menceritakan dirimu akan sedikit lega, tapi tidak denganku.
Kadang diri begitu angkuh dan senantiasa mempertahankan keangkuhannya.
Merasa bisa melakukan sendiri, tanpa bantuan orang lain. Atau merasa sibuk dengan urusan pribadi hingga tak mau membantu orang.
Kita di dunia tidak hidup sendiri, bukan?
bahkan semut bertegur sapa dengan sesama.
Jika merasa sempurna, bisa segalanya, kenapa tidak hidup di bulan saja?
Nastaghfiruka..
Sabtu, 19 Maret 2016
Pecinta Lingkungan
Kalau dipikir-pikir aku punya cita-cita baru yang baru terpikirkan.
Aku ingin jadi penyelamat lingkungan.
Apapun bentuknya,
Relawan penyelamat lingkungan,
Wirausahawati yang memanfaatkan ketidakberdayaan lingkungan,
Bahkan Menteri lingkungan hidup.
Aku dengan yakin mengatakan bahwa aku pecinta lingkungan. Semoga salah satu cita-citaku ini tercapai.
Aku ingin jadi penyelamat lingkungan.
Apapun bentuknya,
Relawan penyelamat lingkungan,
Wirausahawati yang memanfaatkan ketidakberdayaan lingkungan,
Bahkan Menteri lingkungan hidup.
Aku dengan yakin mengatakan bahwa aku pecinta lingkungan. Semoga salah satu cita-citaku ini tercapai.
Langganan:
Postingan (Atom)